News

Know about market updates

3 Tips beli rumah Lelang yang pasti Untung

Ketika kita berencana untuk membeli rumah pasti kiata akan dihadapakan pada 2 pilihan, apakah kita akan membeli rumah yang masih baru atau rumah bekas. Harga kedua pilihan ini pun saling bersaing, dan punya kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Tapi kebanyakan dari kita  pasti akan mencari denga harga rumah yang lebih murah.

Nah, pernahkah Anda terpikir untuk membeli rumah lelang?

Biasanya rumah lelang dijual dengan harga yang lebih murah. Sayangnya, masih cukup banyak orang yang ragu untuk membeli rumah lelang dikarenakan banyak hal yang dipertimbangkan.

Daripada kita terlalu banyak pertimbangan berikut 3 tips bagaimana  membeli rumah lelang yang pasti sangat untung.

1. Checklist wajib sebelum membeli rumah lelang!

Sebelum membeli rumah, tentu hal yang harus dipastikan adalah kelengkapan berkasnya. Hal ini juga pastinya berlaku bagi Anda yang akan membeli rumah lelang.

Perihal kelengkapan berkas rumah lelang biasanya sudah dicek oleh pihak bank, namun memang perlu Anda cek ulang untuk memastikannya.

Berkas yang harus dicek saat beli rumah lelang adalah:

  • Sertifikat tanah;
  • Sertifikat rumah;
  • Izin Mendirikan Bangunan (IMB); dan
  • Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Langkah selanjutnya yang harus dicek adalah:

  • Kondisi rumah; dan
  • Lingkungan di sekitarnya.

Apabila memungkinkan, sangat disarankan untuk melihat langsung kondisi rumah yang akan dibeli. Selain itu, Anda juga bisa melihat kondisi lingkungan dan fasilitas yang ada di sekitar rumah.

dan yang paling penting!

Anda harus mempelajari dokumen Perjanjian Kredit (PK) dan Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT).

Kedua dokumen ini memiliki fungsi untuk mengatur perjanjian lelang antara pihak bank dengan pemilik rumah.

2 Proses Lelang Bank

Umumnya lelang rumah dilakukan oleh bank.

Kenapa?

Hal ini tentunya berkaitan erat dengan banyaknya rumah yang terkena kredit macet, sehingga pada akhirnya rumah tersebut dilelang.

Perlu Anda ketahui, peserta lelang tidak bisa sembarangan karena ada aturan dan tata cara yang harus diikuti.

 

 

Baca juga:

10 Pantai terindah dan terbaik di Bali yang wajib dikunjungi
Metland bangun project Resort mewah di Ubud Bali

 

Di mana proses lelang dilakukan?

Proses lelang ini biasanya diadakan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) atau pihak swasta resmi lain yang ditunjuk oleh bank.

Begini cara untuk bisa jadi peserta lelang rumah:

  • Daftarkan diri ke pelaksana lelang;
  • Membayar jaminan (20% – 50% dari harga lelang);

Jangan khawatir karena uang jaminan ini akan dikembalikan apabila Anda kalah dalam proses lelang.

Kala ternyata menang lelang?

Anda harus segera melunasinya dalam jangka waktu lima hari.

Jangka waktu ini juga bisa saja berbeda dan akan diberi tahu sejak awal proses lelang.

Nah, kalau rumah lelang sudah dilunasi, pihak KPKNL akan memberi risalah yang nantinya harus dibawa ke bank yang bersangkutan.

Nantinya risalah ini akan ditukar dengan kelengkapan berkas rumah yang ada di bank.

Kesimpulannya:

Jika ingin mengikuti lelang rumah, maka harus menyediakan dana yang cukup untuk bisa mendapatkan rumah impian.

Belum memiliki banyak uang?

Tidak perlu berkecil hati!

Rumah yang dibeli secara lelang juga bisa dibayar secara KPR.

Cara ini bisa dilakukan asalkan peserta lelang sudah menghubungi pihak bank terlebih dahulu untuk mengetahui skema KPR dari rumah lelang.

3 Proses Lelang secara Online

Tahukah Anda?
Proses lelang rumah juga kini ada yang dilakukan secara online!

Lelang rumah online ini dilakukan di situs resmi Direktorat Jendral Kekayaan Negara (DJKN).

Melalui situs ini, siapapun bisa mengecek rumah apa saja yang dilelang.

Tertarik mencobanya?
Begini cara jadi peserta lelang rumah online:

  • Mendaftarkan diri di situs lelang DJKN;
  • Lengkapi nomor KTP, NPWP, dan rekening bank;
  • Setorkan uang jaminan senilai yang telah ditentukan;
  • Anda akan mendapat nomor token untuk lelang;
  • Lakukan beberapa kali penawaran hingga lelang ditutup;
  • Anda akan dapat ­e-mail rekapitulasi penawaran.

Praktis bukan?

Sama halnya dengan proses lelang biasa, peserta yang kalah akan mendapatkan kembali uang jaminannya.

Pemenang lelang wajib melunasi rumah sesuai dengan jangka waktu yang telah ditentukan.

 

One Comment

  1. Pingback:5 Tips Memilih Properti Rumah Yang Mudah Dijual kembali | Griyaindo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *